Sabtu, 13 November 2010
Quiz
Mereka patungan masing-masing 25.000 (25.000x3=75.000)
Setelah dilihat ternyata harga kambingnya diskon jadi 70.000
Berarti di penjualnya masih ada sisa uang 5000
Akan tetapi oleh penjual hanya dibalikin masing-masing 1000 (1000x3=3000), sisanya masih di penjual 2000
Berarti sama aja masing-masing patungan 24.000 (25.000-1000)
Coba hitung kembali jumlah uang mereka!
Kalo 24.000x3= 72.000 , ditambah uang yang masih di penjual 2000
72.000 + 2000= 74.000
Kenapa setelah dijumlah kembali jadi 74.000, bukannya 75.000? Kemanakah sisa uang 1000nya?
Pesan moral: Terkadang perbedaan sesuatu pemikiran dapat membuat sesuatu yang mudah menjadi sulit (mempersulit diri).
Selasa, 21 September 2010
Perbedaan Bahasa Alay Dengan Bahasa Singkat
Minggu, 15 Agustus 2010
.......................
Akan tetapi suatu saat bisa aja berubah jadi serbuk lagi
Lalu dibangun lagi..
Jadi serbuk lagi...
Terkadang serbuk itu juga diaduk di dalem gelas yang berisi air sampe larut
Apakah cowok harus jadi bumerang? Yang dilempar jauh oleh pemiliknya?
Dan ketika larutan itu semakin kencang membuat gelas menjadi retak dan lalu pecah
Hanya tetesan air yang bercucuran tragis membuat bumerang kembali lagi ke pemiliknya
Dan inilah yang membuat pernyataan "Cowok harus nembak cewek duluan" adalah pernyataan yang sangat bodoh kalo kita sama-sama saling menyayangi dan saling menyakiti
Dan ketika larutan serbuk yang diaduk itu semakin kencang, "mau sampai kapankah adukan itu akan berhenti?"
Selasa, 23 Maret 2010
Long Distance Relationship

Nama gw Aji. Gw adalah anak dari keluarga yang lumayan berkecukupan. Orang tua gw bekerja sebagai pengusaha. Sedangkan gw adalah seorang jurnalis salah satu televisi. Sayangnya kekayaan itu gw pake untuk di salahgunakan. Gw adalah mantan pemakai narkoba. Gw mulai pake narkoba sejak gw putus sama mantan gw. Mantan gw yang brengsek itu, mantan yang menurut gw lebih parah daripada pelacur.
9 tahun yang lalu gw pernah suka sama seorang cewe namanya Wulan. Cewe yang sangat cantik menurut gw. Tapi gw sadar diri, cewe kaya dia pasti ngga punya tipe cowo yang gw miliki. Akan tetapi gw ngga nyerah. Dalam 1 tahun gw pendekatan dengan cewe itu, waktu yang cukup lama untuk tahap pendekatan. Akhirnya gw punya status berpacaran dengan Wulan.
Ketika masa-masa pacaran, hidup gw berasa lebih indah daripada sebelumnya. Hidup gw lebih teratu. Pokoknya gw seneng banget pas pacaran sama Wulan dan ngga ada yang ngegantiin dirinya. Gw pun mulai dikenalin dengan orangtuanya, akan tetapi orangtuanya memandang gw sebelah mata. Hubungan gw sama Wulan tidak direstui oleh orangtuanya. Pengalaman gw yang pernah gw inget adalah ketika gw ditonjok oleh bapaknya, dan diludahi oleh ibunya. Tapi gw adalah tipe orang yang pantang menyerah.
Hubungan gw dengan Wulan udah 7 tahun. Yang pada awalnya gw di tonjok, diludahi, dicacimaki oleh orangtuanya, pada akhirnya hati oranghtuanya pun luluh. Entah kenapa mereka menjadi hormat sama gw, mungkin karena melihat materialistis dikarenakan gw sering memberi sesuatu buat orangtuanya. Tapi gw ngga pernah mikirin itu semua.
7 tahun berlalu, gw pun direstui untuk menikah dengan Wulan. Hati gw rasanya seneng banget, semua yang gw lakukan ngga sia-sia. Gw berhasil meluluhkan hati orangtuanya. Setelah 1 tahun gw menikah dengan Wulan, gw harus menjalani hubungan gw dengan dengan cara Long Distance Relationship. Dikarenakan dia harus melanjutkan kuliahnya di Jerman. Gw seneng banget istri gw bisa kuliah di luar negeri, gw pun dukung dengan rezeki yang gw miliki. Gw yang membiayai Wulan kuliah di luar negeri.
1 hari terasa lama tanpa dia. Setelah 1 tahun lagi, gw dapat kabar dari dia kalo dia mau pulang. Gw seneng banget, gw udah rencanain pengen jalan-jalan bareng istri gw yang tercinta. Sesampainya di Indonesia, gw bertemu dengan dia dengan membawa surat cerai dan seorang bule. Yang ternyata dia ngajak gw cerai dengan alasan dia udah punya suami lagi di Jerman yaitu bule itu. Gw marah !! Gw tonjok bule itu dan gw sobek-sobek surat itu. Tapi itu semua percuma gw lakuin, pada akhirnya gw cerai juga sama Wulan.
Gw stres setelah kejadian itu. Gw hampir gila dengan semua ini. Dengar dari cerita dari beberapa temen gw, katanya gw sering ketawa-ketawa sendiri. Gw mulai ancur, gw mulai mengenal apa itu narkoba setelah kejadian itu. Gw mulai merasakan bagaimana rasanya tidur dibalik jeruji besi.
Tapi temen-temen gw ikut ngebantu gw untuk sembuh, mereka tetap care sama gw. Mereka yang ngedukung gw sampai pada akhirnya gw bisa hidup normal dan bekerja sebagai seorang jurnalis. Thank’s best friend.
Dan pada akhirnya gw pun punya prinsip, ”Gw ngga pernah percaya yang namanya Long Distance Relationship”.
Minggu, 07 Maret 2010
Mother "Super Woman"

Gw tiba-tiba teringat masa-masa kecil gw.
Bisa gw rasain ketika ibu bertahan, menahan nafsu, menahan sakit untuk melahirkan kita.
Menjadi orang yang pertama kali melihat kita lahir.
Menjadi yang selalu tersenyum melihat kita menangis.
Ibu.. Selalu mengajarkan kita untuk berbicara, berjalan, berpikir.
Ibu.. Selalu berusaha mengartikan bahasa (bayi) kita.
Ibu.. Yang selalu membawa kita kemana-mana.
Yang selalu membanggakan keluguan kita kepada orang lain.
Dan berharap yang terbaik untuk kita.
Ibu.. Selalu ingin membelikan kita mainan namun tidak bisa.
Ibu.. Selalu memarahi kita ketika kita tidak belajar, agar kita menjadi anak pintar
Ibu.. Selalu melarang kita untuk bermain di tempat berbahaya, karena ibu khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
Tapi kamu malah memarahinya, menendangnya, memukulnya, menyakarnya, menggigitnya, menjenggutnya karena yang kamu inginkan tidak diperbolehkan.
Dan ketika kamu sudah remaja..
Ibu bangga kamu telah bisa mengurusi dirinya sendiri, kamu telah mandiri.
Ibu bangga kamu telah banyak teman di sekolah.
Ibu selalu solat tahajud sambil terkantuk-kantuk, dan berdoa yang terbaik untuk kita.
Ibu.. Selalu membukakan pintu untuk kita setelah ia solat tahajud karena kamu belum pulang dari pagi.
Ibu tersenyum karena ia tau pasti kamu pulang malam untuk mengerjakan tugas.
Ia tidak tahu kalo kamu baru saja dari tempat dunia gemerlap untuk mabok-mabokan.
Kamu marah-marah karena ibu membukakan pintu terlalu lama.
Ibu bangga ketika kamu lulus SMA.
Ibu memberi uang semester kuliah kepadamu.
Tapi apa? Malah kamu pakai hura-hura, kamu belikan narkoba.
Ibu yang selalu khawatir akan keadaanmu.
Ia yang selalu kamu reject teleponnya karena kamu tidak pulang-pulang selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
Ibu selalu menangis di rumah, bahkan sampai sakit-sakitan.
Ibu berusaha menyusul keberadaanmu. Dengan rasa khawatir ia menyusulmu di tempat balik jeruji besi karena kamu ketahuan memakai narkoba, mabok-mabokan.
Kamu malah memarahinya karena kamu tidak suka disusul.
Dan ketika akhirnya kamu pulang ke rumah, kamu melihat bendera kuning yang terpampang depan rumah.
Dan setelah kamu masuk ke dalam rumah, kamu lihat sesosok wanita yang tidak hidup lagi telah terbungkus kain kafan. Hanya yasin yang kamu dengar disekelilingmu. Setelah kamu lihat jasad itu "She is my mother".
Air mata mulai keluar sambil bertanya pada diri sendiri "Orang ke berapa ribukah aku yang menangisi ibuku? Kenapa aku baru tahu? Apakah aku terlalu cuek? Aku tidak memperhatikan dirinya? Apakah hari itu adalah hari terakhirku MEMARAHI ibuku? Aku belum membuktikan harapannya dariku. Ibu bangun bu...Secepat itu ibu pergi?".
"Aku sayang ibu...". Coba kamu pikir, kapan terakhir kamu bilang itu pada ibumu?
Apakah hampir tidak pernah dibanding bahasa kasar yang kamu katakan pada ibumu?
Apa yang harus ku lakukan sekarang?
IKHLAS..
Ikhlas akan apapun cobaannya.
Banyak yang menganggap ikhlas adalah "melupakan" (memaksa untuk lupa). Ikhlas juga bukan "lupa" (sesuatu yang terjadi di bawah alam sadar).
Ikhlas adalah menerima apa adanya segala sesuatu yang telah terjadi, tanpa "melupakan" atau pun "lupa".
Dan ketika kamu memiliki pasangan hidup, itulah "ikhlas" yang harus kamu buktikan. Ini bukan akhir dari apapun, bahkan awal. Kini kamu menggantikan posisinya. Berusahalah menjadi yang terbaik untuk keluarga.
Tetaplah menjadi orang yang "ikhlas" dari apapun.
For my grandma Alm. SITI KHALDIDJAH LADJANGIROE :)